Selamat Datang di Blog Bang Kazu ................Gunakan Menu LABEL untuk melihat daftar isi

5 Cara Mudah Perawatan Kaca Helm



Meski memiliki peran berbeda dengan cangkang helm, kaca atau visor juga penting. Komponen ini berfungsi untuk melindungi bagian wajah, khususnya mata dari material berbahaya, seperti debu dan benda asing lainnya.
Karena itu, visor harus mendapat perawatan khusus, terlebih ketika helm digunakan setiap hari. Hal ini tentu dilakukan agar visibilitasnya tetap baik serta berumur panjang.
Mengutip dari Motorcyclenews.com, berikut 5 cara mudah merawat kaca helm:
1. Jauhkan Tangan
Jangan sekali-kali menyentuh kaca helm dengan tangan secara langsung, terlebih di bagian mata. Pasalnya, akan tertinggal bercak yang dapat mengganggu daya pandang pengendara.

Pemilihan Bahan

5 Cara Mudah Perawatan Kaca HelmPemilihan Bahan
2. Cuci Visor
Sesekali visor helm juga perlu dicuci. Gunakan air sabun dan gosok perlahan di kedua sisinya. Bilas dengan bersih dan langsung keringkan agar tak ada bercak air yang tertinggal.
3. Bahan Lap
Pemilihan kain lap berperan penting pada perawatan kaca helm. Pilihlah bahan mikrofiber yang halus agar visor tidak mudah lecet atau tergores saat dibersihkan.
4. Kotoran Membandel
Terkadang ada kotoran yang sulit dihilangkan. Otolovers bisa menggunakan kain basah dan tempelkan pada bercak tersebut dan biarkan meresap lalu bersihkan dengan lap kering.
5. Persiapkan Cadangan
Untuk kemudahan dan berjaga-jaga, tak ada salahnya mempersiapkan visor cadangan. Beberapa helm, khususnya produk lokal, harga visornya tidak terlalu mahal, berkisar Rp50-100 ribu.

Kenali Berbagai Jenis Sistem Pengunci Helm

Helm menjadi salah satu perlengkapan wajib ketika mengendarai dan menumpang sepeda motor. Pasalnya, aksesori ini berfungsi untuk melindungi kepala.
Seiring berkembangnya industri sepeda motor dunia, pabrikan helm pun terus melakukan inovasi di berbagai sisi, baik tampilan maupun segi keamanan. Karena itulah muncul berbagai jenis sistem pengunci helm.
Tak hanya sekedar menjadi pelengkap, pengunci helm memiliki fungsi penting, yaitu menjaga helm tak terlepas ketika penggunanya terlibat dalam kecelakaan.
Lantas, apa saja jenis-jenis sistem pengunci helm motor yang beredar di Indonesia? Simak ulasan berikut:

1. Quick Release Buckle

Jenis ini paling banyak beredar di Indonesia dengan ciri khas bunyi "klik" saat terkunci. Sistem quick release buckle bisa ditemui pada helm bonus pembelian sepeda motor maupun tipe lain, bahkan full face.
2. Micro-lock
Sistem pengunci micro-lock juga kerap disebut sebagai micrometic buckle. Cara kerjanya mirip dengan sistem sabuk pengaman pada pesawat terbang. Untuk mengunci hanya perlu memasukkan sisi yang panjang dan bergerigi ke rumah kunci. Melepasnya hanya perlu menarik tali biasanya berwarna merah pada pengunci.

3. Double D Ring

Tipe ini kerap dibilang yang paling aman dari segala jenis sistem pengunci helm. Tak heran jika helm pembalap MotoGP dan ajang balap lainnya menggunakan Double D Ring. Seperti namanya, sistem ini memiliki ring berbentuk D dan dilengkapi dengan kancing setelah simpul terikat.

Apa Itu Kode SNI, Snell, DOT Pada Helm Intinya Sama, Simak Penjelasannya



Penulisan standarisasi keselamatan pada helm yang beredar kenapa berbeda-beda?
Bisa dilihat di pasaran beberapa produksi helm dengan tulisan kode helm yaitu SNISnell atau DOT.
Sebenarnya kode SNISnell, dan DOT sama, merupakan standar keselamatan untuk helm.
Namun, untuk lebih jelasnya simak penuturan Annisa, staff Bekasi Helmet Gallery.
"Kalau SNI itu standar nasional, yang mengeluarkan dari badan nasional terkait," ujar Annisa, dari Bekasi Helmet Gallery.

"Kalau DOT dan Snell itu dari luar negeri, standar keselamatan juga di helm tapi bukan dari badan nasional," tambahnya.

Nah, perlu diketahui juga bahwa sertifikasi SNI dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Berdasarkan data dari web BSN, ada spesifikasi khusus agar helm memiliki spesifikasi SNI.

Helm half face (helm terbuka), konstruksinya harus melindungi telinga dan leher.

Sementara helm full face (helm tertutup), konstruksi cangkangnya harus menutupi leher, telinga, dan mulut.

Nah, kalau helm DOT ternyata adalah akronim dari Department of Transportation.

Pengujiannya dilakukan di National Highway Traffic Safety Association (NHTSA) di bawah Department of Transportation Amerika Serikat.

Jadi, itulah sebabnya helm DOT banyak dijual untuk pasar Amerika Serikat.

Kalau Snell, merupakan standarisasi yang dikeluarkan oleh Snell Memorial Foundation (SMF) yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Berdasarkan data di web resminya, SMF enggak hanya melakukan sertifikasi helm, tapi juga riset dan pendidikan terkait pengembangan helm.

Snell juga diketahui memperbarui standar sertifikasi setidaknya 5 tahun sekali berdasarkan hasil riset terbaru dan teknologi yang tersedia.

Nah, itulah perbedaan kode di helm SNIDOT, dan Snell, jadi jangan bingung lagi ya mengetahui kode helm nantinya.

Manfaat Poles Mobil Atau Motor


Baret atau goresan pada kaca mobil bukan satu-satunya alasan kenapa poles mobil dilakukan. Manfaat poles mobil pun tidak selalu menyoal penampilan. Terdapat banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan poles dan perawatan mobil, baik dilakukan di salon atau dilakukan sendiri. Namun, poles mobil juga memiliki dampak buruk pada bodi dan kaca mobil jika dilakukan terlalu sering.
Anda tidak perlu khawatir karena kerusakan yang terjadi hanya akan terjadi jika Anda terlalu sering melakukan poles. Selain poles mobil, terdapat beragam jenis perawatan lain yang bisa Anda gunakan. Waxing dan detailing adalah 2 jenis perawatan rutin yang bisa Anda lakukan di salon mobil atau auto detailing. Jika Anda sibuk dan tidak banyak memiliki waktu luang, Anda juga bisa memoles mobil sendiri (dengan teknik yang benar tentunya).

4 Manfaat Poles Mobil

Bagian luar atau eksterior merupakan ‘muka’ Anda ketika berkendara. Ibaratnya, jangan sampai ‘muka’ Anda tersebut terlihat kusam dan tidak lagi elok dipandang. Untuk membuat mobil Anda terlihat layaknya mobil baru, perawatan rutin, termasuk poles mobil diperlukan. Poles dapat menghilangkan beragam noda pada kaca dan bodi mobil. Berikut adalah 4 manfaat utama poles mobil:
  • Memudahkan Perawatan
Mobil yang sudah mendapatkan polesan lebih mudah dibersihkan. Anda tidak perlu bersusah payah untuk menekan terlalu dalam. Cukup disiram dan semua noda dan kotoran akan dengan mudah luntur. Jika dibandingkan dengan mobil yang belum terpoles, usaha atau kerja Anda untuk membersihkan sekaligus merawat mobil menjadi tidak mudah. Hati-hati pada tekanan berlebih karena hal tersebut dapat merusak cat.
  • Melapisi Cat dengan Cairan Pelindung
Anda dapat melakukan poles dan waxing untuk membuat cat terlapisi cairan pelindung. Cairan tersebut akan bekerja layaknya permukaan pada daun talas. Beragam noda, termasuk cipratan air tidak akan mudah menembus cat dan merusak warna. Bandingkan dengan mobil yang tidak dipoles dan di-wax, kotoran dan noda akan berdiam dan mengendap. Jika terus dibiarkan kotoran dan noda tersebut akan merusak dan sulit dibersihkan.
  • Memperlambat Penuaan
Sinar ultraviolet (UV) ternyata memberikan dampak yang buruk pada bodi mobil. Selain sinar UV cipratan air juga memberikan dampak yang buruk. Bagaimana jika keduanya dikombinasikan? Tentu efeknya akan semakin buruk. Terlebih, Indonesia adalah negara dengan iklim tropis dimana panas dan hujan datang silih berganti. Semakin hari, kedua cuaca tersebut semakin sulit untuk diprediksi.
Efek buruk cuaca tersebut akan ditambah juga polusi udara dan debu jalanan. Akibatnya, mobil akan cepat menua, khususnya bagian eksterior di mana bagian tersebut adalah bagian yang paling terekspos. Dengan melakukan poles mobil secara rutin, mobil Anda akan lebih tahan lama dan proses penuaan akan diperlambat. Manfaat poles mobil tersebut merupakan manfaat jangka panjang yang tidak boleh Anda abaikan.
  • Tampilan Fresh dan Mengkilap
Tampilan fresh dan mengkilap adalah manfaat poles mobil yang bisa langsung dilihat. Tampilan mobil Anda akan sedap dipandang dan memberikan kesan baru bagi orang-orang yang memandangnya. Manfaat kosmetik ini juga akan memberikan Anda kenyamanan dan kepercayaan diri ketika berkendara. Manfaat poles cukup lengkap. Poles tidak hanya memberikan perlindungan tetapi juga memberikan Anda penampilan.

Cukup Poles atau Harus Waxing dan Detailing Juga?

Salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan adalah, jenis perawatan mobil apa saja yang diperlukan? Umumnya, poles (polish) dan waxing adalah 2 jenis perawatan yang paling banyak digunakan. Selain keduanya ada juga perawatan bernama detailing. Baik ke-3 jenis perawatan tersebut sering dimaknai sama. Ketidaktahuan makna pada istilah-istilah tersebut dapat membuat Anda melakukan kesalahan ketika melakukan perawatan.
Wax dan poles sama-sama memfokuskan perawatan pada cat. Namun keduanya ternyata memiliki perbedaan. Dikutip dari Kompas (kompas.com), poles bertujuan untuk membuat cat terlihat lebih fresh dengan cara menghilangkan kusam pada mobil. Wax bertujuan untuk melindungi cat dari kusam. Dengan bahasa yang lebih sederhana, poles itu menghilangkan kusam pada cat, sementara wax mencegah kusam pada cat.
Beda makna beda juga proses pengerjaannya. Cara kerja jasa poles mobil adalah mengikis bagian cat mobil yang sudah kusam. Akibatnya, mobil terlihat seperti baru. Cara kerja waxing adalah dengan melapisi cat agar mobil tidak terlihat sekaligus mencegah kusam. Proses keduanya dapat dilakukan dalam jangka waktu yang singkat. Bahkan sangat dianjurkan untuk melakukan perawatan dengan memoles kemudian mewaxing bodi mobil.
Manfaat poles mobil akan bernilai lebih jika disertai juga dengan proses waxing pasca poles. Namun, poles mobil yang berlebihan berisiko mengurangi ketebalan cat. Pola perawatan yang dianjurkan adalah melakukan perawatan waxing secara rutin, sementara poles dilakukan ketika cat mobil mulai kusam. Dengan pola seperti itu, cat mobil Anda tidak mudah terkikis dengan tetapi tampil awet dan menawan.

Satu Lagi, Apa Itu Detailing?

Jenis perawatan lain yang bisa Anda gunakan untuk membuat seluruh komponen, baik eksterior maupun interior kinclong adalah detailing. Detailing memang kerap disamakan dengan poles. Namun detailing berbeda baik dari hasil maupun proses pengerjaannya. Dikutip dari Okezone (news.okezone.com), detailing membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dan proses pengerjaan yang jauh lebih detail dan teliti.
Proses perawatan detailing melibatkan hampir seluruh komponen yang ada pada mobil. Jika poles hanya memprioritaskan bagian eksterior, khususnya cat bodi mobil, detailing menjangkau hingga bagian yang tidak terjangkau. Beberapa komponen yang akan turut dirawat dalam proses detailing tersebut adalah bagian dalam pintu, baut, jok, hingga karpet. Beda proses tentu beda juga waktu, daya tahan, dan biayanya.
Poles mobil membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam, sementara detailing membutuhkan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 7 jam, bahkan lebih. Hal tersebut sebenarnya wajar karena proses pengerjaannya melibatkan banyak bagian atau komponen. Dari segi harga detailing dibandrol lebih mahal. Jasa detailing dihargai hampir 3 kali lipat dari harga poles. Bagaimana dengan hasilnya? Apakah lebih baik dari poles?
Detailing memiliki daya tahan lebih lama ketimbang poles. Poles mampu bertahan 2-3 bulan, sementara detailing mampu bertahan 9-12 bulan. Pilih detailing saja ketimbang poles? Pilihan tersebut ada di tangan Anda. Jika Anda menginginkan hasil yang lebih komplit dan tahan lama, maka pilih detailing. Namun, Anda harus bersiap membayar mahal dan menunggu lama. Jika tidak, maka pilih saja poles. Yang penting perawatan tetap dilakukan.

Tak Ada Waktu Ke Salon Mobil? Poles Saja Sendiri

Sempitnya waktu akibat kesibukan dan kemacetan lalu lintas membuat orang malas pergi ke salon. Jasa salon mobil panggilan bisa menjadi solusi, andai jasa tersebut tidak full dan bentrok. Jika demikian, apakah mungkin poles mobil dilakukan sendiri? Jawabannya, tentu sangat mungkin. Anda dapat melakukan poles mobil sendiri setelah sebelumnya mempersiapkan peralatan poles mobil.
Anda perlu memahami dan menyediakan beragam hal sebelum memulai memoles mobil sendiri. Persiapkan alat atau mesin poles dan cairan poles. Untuk poles kaca, Anda dapat melakukannya tanpa mesin. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan teknik poles yang baik dan benar. Sebelumnya persiapkan stamina dan waktu. Lakukan di waktu luang. Ada gangguan atau interupsi ketika memoles dapat merusak hasil kerja.
Poles secara bertahap dan berpola. Selain membuat hasil kerja lebih merata, proses bertahap tersebut merupakan proses yang benar. Anda dapat memulai dari bagian bawah, kemudian atas, depan, dan belakang. Hati-hati, jangan menuangkan cairan apalagi membalur mobil dengan tangan. Cairan poles merupakan bahan kimia yang dapat merusak kulit. Selesaikan dengan sabar, mendetail, dan teliti.

Waspada, Dampak Buruk Poles Mobil

Jika dilakukan dengan baik dan benar serta dengan intensitas yang wajar, beragam manfaat poles mobil akan Anda dapatkan. Namun, jika dilakukan dengan tidak benar dan terlalu sering, poles mobil terbukti dapat memberikan dampak buruk. Dapat dipastikan, poles mobil memberikan dampak buruk adalah fakta dan bukan mitos. Jadi, tidak perlu diperdebatkan lagi mengenai dampak buruk pada poles mobil tersebut.
Dampak buruk poles mobil adalah lapisan pernis hingga cat yang terkikis. Dikutip dari Kompas (kompas.com), poles bodi mobil yang terlalu sering dilakukan dapat mengakibatkan cat bodi terkikis. Bagaimana bisa? Poles mobil menggunakan alat atau mesin poles yang apabila terlalu ditekan atau sering ditekan dapat mengakibatkan cat terkikis. Dari kutipan tersebut, Anda dapat melihat 2 penyebab cat terkikis.
Penyebab pertama adalah intensitas. Sangat dianjurkan untuk melakukan perawatan poles mobil 2-3 kali per tahun. Jika lebih, maka risiko cat terkikis semakin tinggi. Penyebab kedua adalah teknik poles. Jika dilakukan dengan tidak benar, misalkan tidak pas ketika menekan (terlalu atau kurang dalam) dapat mengakibatkan terkikisnya cat. Itulah pentingnya menggunakan jasa poles mobil Autonetcare.com yang sudah berpengalaman dan bereputasi baik.

10 Cara Merawat Helm Agar Tidak Bau dan Lebih Awet

Helm adalah perlengkapan wajib bagi pengendara sepeda motor. Ketika Anda berpergian menggunakan sepeda motor, Anda harus menggunakan helm karena ini merupakan bentuk perlindungan untuk kepala Anda. Dewasa ini, helm dijual dengan berbagai desain dan harga. Anda bisa memperoleh helm yang sesuai dengan selera Anda. Jika Anda adalah orang yang berpergian dengan sepeda motor setiap hari, tentu helm tersebut akan dipakai setiap hari pula. Bang Kazu punya rahasia cara merawat helm agar tidak bau dan lebih awet hingga bertahun-tahun. Yuk, langsung saja cari tahu rahasianya di sini!





10 Cara Merawat Helm yang Benar 

1. Letakkan Helm di Bagian Belakang Jok Sebagian besar orang melakukan kesalahan saat meletakkan helm di sepeda motornya. Kebanyakan orang meletakkan helm di spion sepeda motor. Cara ini dapat merusak bagian dalam busa helm. Di samping itu, helm yang diletakkan begitu saja di spion motor berisiko lebih besar untuk jatuh saat tersenggol motor atau orang lain. Saat hujan, helm yang berada di spion motor juga akan basah kuyup. Tempat terbaik untuk meletakkan helm adalah di bagian belakang jok. Kaitkan helm di gagang jok bagian belakang. Dijamin cara ini akan mencegah helm jatuh atau kehujanan. 

2. Pastikan Kepala Kering Saat Memakai Helm Setelah mencuci rambut, apakah Anda langsung pergi dan mengenakan helm? Jika ya, Anda harus menghentikan kebiasaan tersebut. Rambut yang basah akan membuat bagian dalam helm lebih cepat berbau apek. Belum lagi jika Anda menggunakan pomade, bagian dalam helm menjadi sangat lengket dan jika dibiarkan dalam waktu lama, bau helm menjadi tidak sedap. Apabila Anda ingin menjaga agar keharuman helm tetap terjaga, gunakan shower cap tipis saat Anda sedang memakai pomade atau baru keramas. Shower cap akan mencegah rambut yang masih basah atau menggunakan pomade bersentuhan langsung dengan helm. 

3. Segera Keringkan Helm yang Basah, Kita tak pernah mengetahui kapan hujan turun. Apabila hujan turun saat kita sedang mengemudikan sepeda motor, menepilah sejenak untuk menggunakan jas hujan. Jika jas hujan bisa melindungi tubuh agar tidak basah kuyup, helm akan melindungi bagian kepala. Cara merawat helm agar tidak bau setelah basah karena terkena air hujan adalah segera mengeringkan dengan lap kering. Air hujan mengandung kadar asam yang tinggi sehingga bisa menyebabkan helm jadi jamuran. Namun, jika bagian dalam helm juga basah, sebaiknya cuci helm sampai bersih dengan menggunakan deterjen atau sabun pencuci piring, lalu jemur helm tersebut sampai kering baru Anda bisa menggunakannya kembali. 

4. Simpan Helm dengan Benar Cara merawat helm dimulai dengan cara menyimpannya. Sebagian orang menyimpan helm dengan cara menutup kacanya dan memasukkan helm ke dalam kantong kain. Jika Anda tidak rutin memakai helm tersebut sebenarnya tidak masalah Anda menyimpan dengan cara seperti itu. Akan tetapi, jika Anda menggunakan helm setiap hari maka sebaiknya Anda jangan menyimpan dengan cara seperti itu. Letakkan helm secara terbalik (bagian dalam helm menghadap ke atas) dan buka kacanya. Cara ini dilakukan agar bagian dalam helm memperoleh sirkulasi udara yang baik agar tidak bau. 

5. Semprot Parfum Rendah Alkohol Helm bau tapi Anda belum sempat mencucinya karena Anda harus memakai helm tersebut setiap hari? Tak masalah karena Anda bisa menyemprot helm dengan parfum rendah alkohol. Parfum dengan kadar alkohol yang tinggi dapat merusak busa helm. Sebaiknya cari parfum rendah alkohol dan semprotkan pada waktu beberapa jam sebelum Anda memakai helm tersebut. Jangan menyemprotkan parfum terlalu banyak, secukupnya saja asalkan bau apek pada helm sedikit tersamarkan. 

6. Cuci Helm Minimal 2 Minggu Sekali Helm yang dipakai setiap hari sangat rentan berbau tak sedap. Oleh karena itu, tak ada salahnya kita mencuci helm setiap 2 minggu sekali. Tidak perlu membawa ke tempat pencucian helm karena Anda bisa mencuci helm sendiri di rumah hanya dengan bermodalkan deterjen cair atau sabun cair pencuci piring. Setelah dicuci, jemur helm di bawah sinar matahari dengan posisi helm terbalik (bagian dalam helm menghadap ke atas). Hanya dalam waktu 1×24 jam helm sudah kering jika cuacanya sangat cerah. 

7. Jangan Ragu Menggunaan Balaclava Rahasia cara merawat helm agar terhindar dari bau tak sedap sehingga kita pun tidak harus sering-sering mencuci helm adalah menggunakan balaclava. Ini merupakan kain penutup kepala hingga wajah yang membuat kita nampak seperti ninja. Baca Juga: 8 Cara Membersihkan Jamur di Kaca Mobil agar Jadi Kinclong 9 Merk Sabun Cuci Motor Terbaik Agar Jadi Mengkilap 2019 Bagaimana Cara Memilih Mobil MPV Terbaik? Pssst, Inilah 7 Rahasianya… Pilih balaclava yang kainnya tipis sehingga tidak terasa panas ketika dipakai di siang hari. Jangan lupa juga untuk turut memilih balaclava yang kainnya lentur sehingga tidak terasa ketat di wajah. Balaclava dipakai sebelum Anda menggunakan helm. Tujuannya adalah untuk mencegah helm terkena paparan keringat dan minyak pada wajah maupun rambut. 

8. Utamakan Kebersihan Kaca Helm Dari semua bagian helm, kaca merupakan bagian yang terpenting. Jika kaca kotor dipenuhi debu dan noda air, maka pandangan Anda pun akan terganggu. Dari pada membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, sebaiknya selalu utamakan kebersihan kaca helm Anda. Setiap hari bersihkan kaca helm dengan cairan pembersih kaca dan kain halus. Setelah hujan, jika tak sempat membersihkan helm secara menyeluruh, bersihkan saja bagian kacanya untuk menghilangkan noda air yang akan mengganggu pandangan Anda. 

9. Berikan Pewangi Setelah Mencuci Yang satu ini adalah cara merawat helm yang mudah berbau. Setelah mencuci helm secara menyeluruh, rendam helm di dalam larutan air dan pewangi pakaian. Pewangi akan menghilangkan sisa-sisa bau pada helm yang tak kunjung hilang meskipun sudah dicuci. Selain itu, aroma pewangi yang sangat kuat akan membuat keharuman helm jadi lebih awet. Namun, jangan memberikan pewangi sebelum helm dicuci sampai bersih. Jika bau helm tidak teratasi dan Anda tak sempat mencucinya, semprotkan saja parfum rendah alkohol seperti penjelasan pada poin ke-5. 

10. Hindari Kebiasaan Meminjamkan Helm Tahukah Anda bahwa helm itu seperti pakaian dalam? Ya, helm seharusnya tidak dipinjamkan ke orang lain. Hal tersebut bisa membuat helm lebih cepat bau. Di samping itu, bagian dalam helm pasti sangat lengket karena terpapar keringat dari orang lain pula. Jika ingin meminjamkan helm, mintalah peminjamnya untuk memakai shower cap atau balaclava miliknya sendiri. Lantas, bagaimana jika kita akan berpergian dengan ojek? Bukankah helm milik si tukang ojek juga sudah dipakai oleh penumpang lain? Gunakan shower cap atau bawalah helm sendiri saat naik ojek. 

10 cara merawat helm ini bisa Anda coba untuk membuat helm bebas bau dan lebih tahan lama. Panduan untuk mencuci helm yang benar bisa Anda baca di sini. Yuk, jangan malas mencuci dan merawat helm Anda agar selalu bersih dan nyaman.



Belajar Membuat Custom Fiberglass Motor [Part-3] - Buntut Cafe Racer [OLD CB]

Hay sobat Bikers... Piye Kabare???? enak jaman ku toh ???? wkakaakkaa

oke langsung aja ya, hari ini saya akan membuat kostum fiber dan kebetulan saya di minta untuk membuatkan kostum fiber teman saya, motornya Honda CB lama :( dan mau di buat Cafe Racer... ehmmmm..

ya sudah.. Lansung saja GASSS POOLLLL

yg pertama kita butuhkan adalah :
1.Bahan2 fiberglass tentunya [kalau ada yg belum tau, silahkan ke Part 1]
2.Kardus
3.Isolasi Kertas
4.Kuas Kecil Seukuran 2 jari [2000/bijiii]
5.Amplas Halus dan Kasar
6.Kopi Panas Secukupnya :)


Langkah Langkahnya / Step By Step [orang luar sih bilangnya begitu -_- ].....

1. Bikin Cetakan atau Pola dari bahan Kardus dan Jangan Lupa lapisi Isolatip Kertas Agar tidak lengket dengan Bahan Fiberglass


2. Test Nyoba dulu ah pasang.. wkakakakakkaka :)

MANTAP !!!!

3.Oke SERIUSSS !!! HAJAR FIBERGLASS nya broooootiban!!!! tiban!!! Cocol - Cocol Terus Bahan Fibernya, sampai tertutup semua permukaan pola cetakannya


4. Mantap.... tinggal tunggu kering dan Lepas Bahan Fiber dari Cetakan, dan HASIL NYA.................
Walaaaa......


5.Test Pasang lg bro....
Mantapppp Surantaaappp....


6.Sesudah di rapihkan.....


oke bro.. sekian dulu tutorial nya... dan jangan berhenti Berkarya , jangan mudah menyerah.
mau jelek atau bagus karya lo yaaaaa itu lah hasil buatan lo sendiri.... karna apa yg lo bikin atau buat sendiri itu rasanya lebih puas dari lo pada beli di toko2 modifikasi, ketemu di jalan trus samaan deh... cieeeeeeee.....
dan sampai ketemu lagi di tutorial selanjutnya....

Tips Mudah Menambal Ban Tubeless

Sobat Pusat Teknologi, kebocoran ban kendaraan merupakan hal yang biasa terjadi pada setiap mobil atau motor. Sangat menjengkelkan memang jika ban kendaraan terjadi di saat kita berada di tengah perjalanan menuju kantor atau sekolah. Terpaksa deh, sobat Pusat Teknologi yang menggunakan motor harus mendorong hingga tukang tambal ban terdekat. Lain halnya jika Sobat Pusat Teknologi menggunakan ban tubeless, mungkin sobat akan merasa agak lega dan nyaman. Ketika ada paku yang tembus mengenai ban, maka ban tubeless akan kempes secara perlahan, tidak seperti ban biasa yang akan langsung kempes. Namun tetap saja ban tubeless yang robek karena terkena paku akan kempes juga. Ada tips ringan dari automotto.com yang dapat Sobat Pusat Teknologi gunakan untuk menambal ban tubeless sendiri. Untuk melakukannya sobat Pusat Teknologi hanya membutuhkan waktu 20-30 menit, berikut cara atau langkah-langkahnya : Alat-alat Yang perlu disediakan: 1.Tang,berguna untuk mencabut paku. 2.Pisau 3.Alat penghalus kebocoran 4.Tusukan besi panjang, cairan panas, karet tambalan sisipan. 5.Pompa Angin Cara menambal ban tubeless: Periksa ban tubeless sobat yang mengalami bocor kemudian cari penyebabnya. Apakah bocor karena tertusuk paku atau tertusuk benda lainnya. 1.Gunakan tang untuk mencabut benda/paku yang tertancap. Berhati-hatilah saat mencabutnya agar kebocoran tidak menjadi semakin lebar. 2.Gunakan penghalus ban dorong dan tarik beberapa kali supaya lubang bocor menjadi halus dan cukup disisipkan karet tambalan. Setelah selesai, biarkan penghalus menempel di dalam ban. 3.Lepaskan penghalus secara perlahana dan hati-hati, gunakan cairan panas perekat untuk merekatkan bagian yang bolong. Poles sebanyak 2- 3 kali sampai cairannya merata. 4.Masukkan karet tambalan sisipan yang sudah diolesi cairan perekat ke dalam lubang dengan menggunakan tusukan besi. Tekan secara kuat kemudian pastikan bahwa karet sisipan yang dipasang tersebut benar dan tidak ada kebocoran lagi. 5.Lepaskan tusukan besi kemudian biarkan beberapa menit hingga karet sisipan tersebut menempel dengan baik. 6.Pompa ban motor Sobat dan potong bagian karet sisipan yang lebih menggunakan gunting. 7.Jika ban tubeless masih saja bocor, bawalah motor Sobat ke bengkel. Nah, itu tadi tips dan cara singkat menambal ban tubeless yang dapat sobat Pusat Teknologi praktekkan. Selamat mencoba!

Cara Mudah Mengganti Kampas Rem Depan Motor Honda Vario

Bagi anda mungkin ketika mengalami rem yang sudah tidak pakam lagi mungkin salah satunya bisa di sebabkan dengan kampas rem yang sudah habis. Ketika anda mengendarai motor dan pada bagian depan terdengar suara decitan atau bunyi lainya bisa jadi kampas rem motor yang anda naiki tersebut juga sudah habis. Nah untuk cara menggantinya tentunya hal tersebut bisa anda lakukan sendiri karena tidak bergitu repot selain itu tentu bisa menghemat sedikit biaya perawatan motor, jadi tidak harus pergi ke bengkel motor.

Pada contoh dibawah ini saya ingin sharing informasi mengenai bagaimana cara mengganti kampas rem depan motor vario yang mungkin selama ini anda cari. Jika anda tahu , sebenarnya untuk penggantian kampas rem sendiri tidak terlalu sulit, anda tidak memerlukan tahapan yang rumit dan kunci peralatan motor yang digunakan juga sedikit.

Berikut ini adalah artikel yang saya kutip dari blognya mas ari mengenai cara bongkar kampas rem depan vario dengan teknik yang simple dan kunci yang digunakan minim.

Peralatan Untuk Bongkar Kampas Rem
1.Kunci L bintang ukuran T40
2.Kunci T 8
3.dan ampelas.



Selanjutnya setelah anda persiapkan peralatan tersebut, mari simak panduan atau langkah langkah bongkar kampas rem depan motor honda vario .


1.Yang pertama anda bisa coba untuk mengambil kunci T8, setelah itu anda bisa buka bagian baut pengikat kampas rem (dikendorkan atau dilepas). anda bisa putar ke arah kiri untuk mengendorkan baut tersebut.

2.Setelah itu jika sudah baut tersebut sudah kendor anbda bisa cabut dan selanjutnya lepas bautnya dari kaliper.

3.Next , anda bisa juga melepas bagian dua baut bintang, anda bisa kendorkan dengan menggunakan kunci L bintang yang sudah di siapkan sebelumnya.


4.Nah jika anda kesulitan dalam melepas baut L bintang maka anda bisa menggunakan kunci T agar torsinya jadi lebih enteng.

Next selanjutnya anda bisa lanjutkan langkah langkahnya seperti dibawah ini :


1.Nah jika pada bagian baut kaliper sudah terlepas,sekarang anda bisa coba untuk tarik bagian kalipernya maka pada kampas rem nanti akan mretelin ,anda bisa lihat pada gambar diatas ini :

2.Pada gambar diatas lihat no 2 kampas rem sudah terlepas.

3.Coba anda perhatikan pada bagian gambar no 3, Jika ketebalan kampas rem tersebut masih diatas 1mm maka anda hanya cukup membersihkan saja bisa menggunakan ampelas tapi jika kampas tersebut sudah tipis maka biasanya anda harus mengganti dengan yang baru jika tidak maka nanti piringan/disc cakramnya nya akan aus gara2 kampas rem tersebut sudah habis.

4.Nah lihat pada gambar no 3, jika kampas rem sudah anda bersihkan atau anda mengganti dengan yang baru maka anda bisa lanjut proses berikutnya yaitu ke pemasangan .


Setelah anda bersihkan jika kampas rem masih , tapi jika kampas rem habis maka anda bisa menggantinya dengan yang baru , selanjutnya tinggal langkah pemasangannya. Berikut ini bisa anda simak langkah pemasanga kampasnya.

1.Yang pertama anda bisa coba untuk mengambil kampas rem yang bagian dalam atau yang ditekan oleh piston, selanjutnya anda pasangkan ke bagian kaliper sambil baut pengikat kampas dimasukkan juga, untuk lebih jelasnya anda bisa lihat pada gambar no 1.

2.Next , langkah selanjutnya untuk pemasangan kampas adalah untuk kampas rem yang kedua anda bisa masukan kemudian baut pengikat kampas rem dimasukkan full, bautnya tidak perlu dikencangkan dulu.

3.Langkah selanjutnya jika pada bagian kampas dan baut pengikat sudah terpasang sempurna lihat pada gambar no 3

4.Maka langkah berikutnya anda bisa dengan melanjutnya memasang kalipernya.



1.Langkah berikutnya anda bisa masukkan kedua baut kaliper tersebut ,kemudian untuk baut L bintang kaliper ini anda bisa kencangkan menggunakan kunci L bintang T40 ,nah jika perlu anda bisa juga menggunakan kunci T8 sebagai pengait agar baut tersebut terikat dengan kencang.

2.Untuk gambar no 2, yaitu jangan lupa untuk bagian Baut kaliper kedua di kencangkan juga.

3.Next step berikutnya yaitu jangan lupa untuk mengencangkan baut pada bagian pengikat kampas kampas rem remnya menggunakan kunci T8 yang sudah di persiapkan sebelumnya

Nah Mungkin sampai sini aja panduannya,bagaimana…? Cukup Mudah bukan ..! Anda bisa mempraktekan panduan diatas.