Selamat Datang di Blog Bang Kazu ................Gunakan Menu LABEL untuk melihat daftar isi
Tampilkan postingan dengan label HELMET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HELMET. Tampilkan semua postingan

5 Cara Mudah Perawatan Kaca Helm



Meski memiliki peran berbeda dengan cangkang helm, kaca atau visor juga penting. Komponen ini berfungsi untuk melindungi bagian wajah, khususnya mata dari material berbahaya, seperti debu dan benda asing lainnya.
Karena itu, visor harus mendapat perawatan khusus, terlebih ketika helm digunakan setiap hari. Hal ini tentu dilakukan agar visibilitasnya tetap baik serta berumur panjang.
Mengutip dari Motorcyclenews.com, berikut 5 cara mudah merawat kaca helm:
1. Jauhkan Tangan
Jangan sekali-kali menyentuh kaca helm dengan tangan secara langsung, terlebih di bagian mata. Pasalnya, akan tertinggal bercak yang dapat mengganggu daya pandang pengendara.

Pemilihan Bahan

5 Cara Mudah Perawatan Kaca HelmPemilihan Bahan
2. Cuci Visor
Sesekali visor helm juga perlu dicuci. Gunakan air sabun dan gosok perlahan di kedua sisinya. Bilas dengan bersih dan langsung keringkan agar tak ada bercak air yang tertinggal.
3. Bahan Lap
Pemilihan kain lap berperan penting pada perawatan kaca helm. Pilihlah bahan mikrofiber yang halus agar visor tidak mudah lecet atau tergores saat dibersihkan.
4. Kotoran Membandel
Terkadang ada kotoran yang sulit dihilangkan. Otolovers bisa menggunakan kain basah dan tempelkan pada bercak tersebut dan biarkan meresap lalu bersihkan dengan lap kering.
5. Persiapkan Cadangan
Untuk kemudahan dan berjaga-jaga, tak ada salahnya mempersiapkan visor cadangan. Beberapa helm, khususnya produk lokal, harga visornya tidak terlalu mahal, berkisar Rp50-100 ribu.

Kenali Berbagai Jenis Sistem Pengunci Helm

Helm menjadi salah satu perlengkapan wajib ketika mengendarai dan menumpang sepeda motor. Pasalnya, aksesori ini berfungsi untuk melindungi kepala.
Seiring berkembangnya industri sepeda motor dunia, pabrikan helm pun terus melakukan inovasi di berbagai sisi, baik tampilan maupun segi keamanan. Karena itulah muncul berbagai jenis sistem pengunci helm.
Tak hanya sekedar menjadi pelengkap, pengunci helm memiliki fungsi penting, yaitu menjaga helm tak terlepas ketika penggunanya terlibat dalam kecelakaan.
Lantas, apa saja jenis-jenis sistem pengunci helm motor yang beredar di Indonesia? Simak ulasan berikut:

1. Quick Release Buckle

Jenis ini paling banyak beredar di Indonesia dengan ciri khas bunyi "klik" saat terkunci. Sistem quick release buckle bisa ditemui pada helm bonus pembelian sepeda motor maupun tipe lain, bahkan full face.
2. Micro-lock
Sistem pengunci micro-lock juga kerap disebut sebagai micrometic buckle. Cara kerjanya mirip dengan sistem sabuk pengaman pada pesawat terbang. Untuk mengunci hanya perlu memasukkan sisi yang panjang dan bergerigi ke rumah kunci. Melepasnya hanya perlu menarik tali biasanya berwarna merah pada pengunci.

3. Double D Ring

Tipe ini kerap dibilang yang paling aman dari segala jenis sistem pengunci helm. Tak heran jika helm pembalap MotoGP dan ajang balap lainnya menggunakan Double D Ring. Seperti namanya, sistem ini memiliki ring berbentuk D dan dilengkapi dengan kancing setelah simpul terikat.

Apa Itu Kode SNI, Snell, DOT Pada Helm Intinya Sama, Simak Penjelasannya



Penulisan standarisasi keselamatan pada helm yang beredar kenapa berbeda-beda?
Bisa dilihat di pasaran beberapa produksi helm dengan tulisan kode helm yaitu SNISnell atau DOT.
Sebenarnya kode SNISnell, dan DOT sama, merupakan standar keselamatan untuk helm.
Namun, untuk lebih jelasnya simak penuturan Annisa, staff Bekasi Helmet Gallery.
"Kalau SNI itu standar nasional, yang mengeluarkan dari badan nasional terkait," ujar Annisa, dari Bekasi Helmet Gallery.

"Kalau DOT dan Snell itu dari luar negeri, standar keselamatan juga di helm tapi bukan dari badan nasional," tambahnya.

Nah, perlu diketahui juga bahwa sertifikasi SNI dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Berdasarkan data dari web BSN, ada spesifikasi khusus agar helm memiliki spesifikasi SNI.

Helm half face (helm terbuka), konstruksinya harus melindungi telinga dan leher.

Sementara helm full face (helm tertutup), konstruksi cangkangnya harus menutupi leher, telinga, dan mulut.

Nah, kalau helm DOT ternyata adalah akronim dari Department of Transportation.

Pengujiannya dilakukan di National Highway Traffic Safety Association (NHTSA) di bawah Department of Transportation Amerika Serikat.

Jadi, itulah sebabnya helm DOT banyak dijual untuk pasar Amerika Serikat.

Kalau Snell, merupakan standarisasi yang dikeluarkan oleh Snell Memorial Foundation (SMF) yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Berdasarkan data di web resminya, SMF enggak hanya melakukan sertifikasi helm, tapi juga riset dan pendidikan terkait pengembangan helm.

Snell juga diketahui memperbarui standar sertifikasi setidaknya 5 tahun sekali berdasarkan hasil riset terbaru dan teknologi yang tersedia.

Nah, itulah perbedaan kode di helm SNIDOT, dan Snell, jadi jangan bingung lagi ya mengetahui kode helm nantinya.

10 Cara Merawat Helm Agar Tidak Bau dan Lebih Awet

Helm adalah perlengkapan wajib bagi pengendara sepeda motor. Ketika Anda berpergian menggunakan sepeda motor, Anda harus menggunakan helm karena ini merupakan bentuk perlindungan untuk kepala Anda. Dewasa ini, helm dijual dengan berbagai desain dan harga. Anda bisa memperoleh helm yang sesuai dengan selera Anda. Jika Anda adalah orang yang berpergian dengan sepeda motor setiap hari, tentu helm tersebut akan dipakai setiap hari pula. Bang Kazu punya rahasia cara merawat helm agar tidak bau dan lebih awet hingga bertahun-tahun. Yuk, langsung saja cari tahu rahasianya di sini!





10 Cara Merawat Helm yang Benar 

1. Letakkan Helm di Bagian Belakang Jok Sebagian besar orang melakukan kesalahan saat meletakkan helm di sepeda motornya. Kebanyakan orang meletakkan helm di spion sepeda motor. Cara ini dapat merusak bagian dalam busa helm. Di samping itu, helm yang diletakkan begitu saja di spion motor berisiko lebih besar untuk jatuh saat tersenggol motor atau orang lain. Saat hujan, helm yang berada di spion motor juga akan basah kuyup. Tempat terbaik untuk meletakkan helm adalah di bagian belakang jok. Kaitkan helm di gagang jok bagian belakang. Dijamin cara ini akan mencegah helm jatuh atau kehujanan. 

2. Pastikan Kepala Kering Saat Memakai Helm Setelah mencuci rambut, apakah Anda langsung pergi dan mengenakan helm? Jika ya, Anda harus menghentikan kebiasaan tersebut. Rambut yang basah akan membuat bagian dalam helm lebih cepat berbau apek. Belum lagi jika Anda menggunakan pomade, bagian dalam helm menjadi sangat lengket dan jika dibiarkan dalam waktu lama, bau helm menjadi tidak sedap. Apabila Anda ingin menjaga agar keharuman helm tetap terjaga, gunakan shower cap tipis saat Anda sedang memakai pomade atau baru keramas. Shower cap akan mencegah rambut yang masih basah atau menggunakan pomade bersentuhan langsung dengan helm. 

3. Segera Keringkan Helm yang Basah, Kita tak pernah mengetahui kapan hujan turun. Apabila hujan turun saat kita sedang mengemudikan sepeda motor, menepilah sejenak untuk menggunakan jas hujan. Jika jas hujan bisa melindungi tubuh agar tidak basah kuyup, helm akan melindungi bagian kepala. Cara merawat helm agar tidak bau setelah basah karena terkena air hujan adalah segera mengeringkan dengan lap kering. Air hujan mengandung kadar asam yang tinggi sehingga bisa menyebabkan helm jadi jamuran. Namun, jika bagian dalam helm juga basah, sebaiknya cuci helm sampai bersih dengan menggunakan deterjen atau sabun pencuci piring, lalu jemur helm tersebut sampai kering baru Anda bisa menggunakannya kembali. 

4. Simpan Helm dengan Benar Cara merawat helm dimulai dengan cara menyimpannya. Sebagian orang menyimpan helm dengan cara menutup kacanya dan memasukkan helm ke dalam kantong kain. Jika Anda tidak rutin memakai helm tersebut sebenarnya tidak masalah Anda menyimpan dengan cara seperti itu. Akan tetapi, jika Anda menggunakan helm setiap hari maka sebaiknya Anda jangan menyimpan dengan cara seperti itu. Letakkan helm secara terbalik (bagian dalam helm menghadap ke atas) dan buka kacanya. Cara ini dilakukan agar bagian dalam helm memperoleh sirkulasi udara yang baik agar tidak bau. 

5. Semprot Parfum Rendah Alkohol Helm bau tapi Anda belum sempat mencucinya karena Anda harus memakai helm tersebut setiap hari? Tak masalah karena Anda bisa menyemprot helm dengan parfum rendah alkohol. Parfum dengan kadar alkohol yang tinggi dapat merusak busa helm. Sebaiknya cari parfum rendah alkohol dan semprotkan pada waktu beberapa jam sebelum Anda memakai helm tersebut. Jangan menyemprotkan parfum terlalu banyak, secukupnya saja asalkan bau apek pada helm sedikit tersamarkan. 

6. Cuci Helm Minimal 2 Minggu Sekali Helm yang dipakai setiap hari sangat rentan berbau tak sedap. Oleh karena itu, tak ada salahnya kita mencuci helm setiap 2 minggu sekali. Tidak perlu membawa ke tempat pencucian helm karena Anda bisa mencuci helm sendiri di rumah hanya dengan bermodalkan deterjen cair atau sabun cair pencuci piring. Setelah dicuci, jemur helm di bawah sinar matahari dengan posisi helm terbalik (bagian dalam helm menghadap ke atas). Hanya dalam waktu 1×24 jam helm sudah kering jika cuacanya sangat cerah. 

7. Jangan Ragu Menggunaan Balaclava Rahasia cara merawat helm agar terhindar dari bau tak sedap sehingga kita pun tidak harus sering-sering mencuci helm adalah menggunakan balaclava. Ini merupakan kain penutup kepala hingga wajah yang membuat kita nampak seperti ninja. Baca Juga: 8 Cara Membersihkan Jamur di Kaca Mobil agar Jadi Kinclong 9 Merk Sabun Cuci Motor Terbaik Agar Jadi Mengkilap 2019 Bagaimana Cara Memilih Mobil MPV Terbaik? Pssst, Inilah 7 Rahasianya… Pilih balaclava yang kainnya tipis sehingga tidak terasa panas ketika dipakai di siang hari. Jangan lupa juga untuk turut memilih balaclava yang kainnya lentur sehingga tidak terasa ketat di wajah. Balaclava dipakai sebelum Anda menggunakan helm. Tujuannya adalah untuk mencegah helm terkena paparan keringat dan minyak pada wajah maupun rambut. 

8. Utamakan Kebersihan Kaca Helm Dari semua bagian helm, kaca merupakan bagian yang terpenting. Jika kaca kotor dipenuhi debu dan noda air, maka pandangan Anda pun akan terganggu. Dari pada membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, sebaiknya selalu utamakan kebersihan kaca helm Anda. Setiap hari bersihkan kaca helm dengan cairan pembersih kaca dan kain halus. Setelah hujan, jika tak sempat membersihkan helm secara menyeluruh, bersihkan saja bagian kacanya untuk menghilangkan noda air yang akan mengganggu pandangan Anda. 

9. Berikan Pewangi Setelah Mencuci Yang satu ini adalah cara merawat helm yang mudah berbau. Setelah mencuci helm secara menyeluruh, rendam helm di dalam larutan air dan pewangi pakaian. Pewangi akan menghilangkan sisa-sisa bau pada helm yang tak kunjung hilang meskipun sudah dicuci. Selain itu, aroma pewangi yang sangat kuat akan membuat keharuman helm jadi lebih awet. Namun, jangan memberikan pewangi sebelum helm dicuci sampai bersih. Jika bau helm tidak teratasi dan Anda tak sempat mencucinya, semprotkan saja parfum rendah alkohol seperti penjelasan pada poin ke-5. 

10. Hindari Kebiasaan Meminjamkan Helm Tahukah Anda bahwa helm itu seperti pakaian dalam? Ya, helm seharusnya tidak dipinjamkan ke orang lain. Hal tersebut bisa membuat helm lebih cepat bau. Di samping itu, bagian dalam helm pasti sangat lengket karena terpapar keringat dari orang lain pula. Jika ingin meminjamkan helm, mintalah peminjamnya untuk memakai shower cap atau balaclava miliknya sendiri. Lantas, bagaimana jika kita akan berpergian dengan ojek? Bukankah helm milik si tukang ojek juga sudah dipakai oleh penumpang lain? Gunakan shower cap atau bawalah helm sendiri saat naik ojek. 

10 cara merawat helm ini bisa Anda coba untuk membuat helm bebas bau dan lebih tahan lama. Panduan untuk mencuci helm yang benar bisa Anda baca di sini. Yuk, jangan malas mencuci dan merawat helm Anda agar selalu bersih dan nyaman.